Home

Menjadi orang tua atau guru tentu tidak mudah, apalagi mengharapkan anak dan muridnya tidak hanya sekedar menjadi pintar dengan nilai bagus serta berprestasi, tetapi diharapkan untukĀ  Cerdas dan Berkarakter, sehingga siap bersaing, menyukai tantangan di Era Globalisasi. Sementara Programme of Internasional Student Assessment (PISA) Tahun 2015, Indonesia menempati peringkat 69 dari 76 Negara, hasil ini meningkat dari penilaian sebelumnya, dimana Indonesia menempati peringkat 71 negara dari 72 negara anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD)

Delapan puluh (80%) kecerdasan Anak dicapai pada usia 8 tahun, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membimbing/mengawasi tumbuh kembang dan pendidikannya, jika periode tersebut sudah dilewati dengan baik, diusia selanjutnya sangat mudah untuk mengarahkan mereka menjadi Sumber Daya Manusia yang berkualitas, unggul, punya masa depan, sesuai harapan bersama.

Bagaimana menjadi orang tua yang bijaksana dan arif untuk melatih, menyiapkan anak pintar, cerdas, mandiri, taat ber-agama, hormat kepada orang tua serta dapat beradaptasi pada lingkungan.

Dunia anak adalah dunia yang penuh warna dan keceriaan. Melalui pandangan anak, dunia kaya akan hal-hal yang menarik, aneh, indah dan hebat. Banyak sekali potensi yang dapat digali dari dunia anak. Setiap anak lahir jenius, namun banyak para orang tua yang memupus kejeniusannya diusia enam tahun pertama, padahal anak memiliki karakteristik serta potensi kecerdasan yang berbeda-beda, Tuhan sudah membekali satu keakhlian yang dapat di focuskan untuk dikembangkan dengan dukungan sepenuhnya dari lingkungan terdekat